Penguatan Karakter di STAIMA Sintang: Pembinaan Adab Berjalan, Dokumentasi Edukasi Pencegahan Kekerasan Perlu Diakselerasi

Pembinaan karakter dan etika akademik terus menjadi prioritas Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIMA) Sintang. Melalui serangkaian kegiatan pembinaan adab bagi mahasiswa serta program pendampingan dosen, kampus berbasis keislaman ini berupaya menjaga integritas moral di lingkungan akademik.
Meski demikian, evaluasi internal menunjukkan masih perlunya penguatan pada aspek dokumentasi dan mitigasi risiko khusus. Hingga saat ini, belum terdapat bukti administratif atau laporan khusus yang mengonfirmasi pelaksanaan pelatihan maupun sosialisasi terstruktur terkait pencegahan perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan intoleransi.
Langkah pembinaan yang selama ini berjalan umumnya masih bersifat normatif dan terintegrasi dalam perkuliahan umum, sehingga membutuhkan program khusus yang terukur dan memiliki rekam jejak formal.
Guna melengkapi tata kelola pencegahan tersebut, pihak kampus didorong untuk segera merumuskan workshop khusus serta membentuk unit layanan atau Satuan Tugas (Satgas) terkait. Langkah ini penting dilakukan tidak hanya untuk memenuhi kriteria evaluasi mutu perguruan tinggi, tetapi juga untuk memberikan perlindungan nyata dan ruang aman bagi seluruh sivitas akademika STAIMA Sintang.