
Sintang, 18 Juli 2026 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Sintang menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-XVI pada Sabtu, 18 Juli 2026. Wisuda ini merupakan momentum bersejarah bagi 70 wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Strata 1 Pendidikan Agama Islam dan Program Studi Strata 1 Hukum Keluarga Islam.
Prosesi wisuda berlangsung dengan khidmat di hadapan jajaran senat, dosen, tenaga kependidikan, orang tua, serta para tamu undangan. Sidang Senat Terbuka menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan akademik sekaligus awal pengabdian para lulusan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua STAI Ma’arif Sintang, Dr. Masruri, M.Pd.I., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika STAI Ma’arif Sintang, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Keberhasilan yang Saudara raih hari ini merupakan hasil dari perjuangan, kerja keras, doa, dan dukungan berbagai pihak. Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi bekal untuk menghadapi masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Beliau menegaskan bahwa gelar sarjana bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru sebagai insan akademik yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial di tengah masyarakat. Para alumni diharapkan mampu berkarya, berinovasi, serta mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Tugas Saudara sebagai alumni setelah menyelesaikan pendidikan adalah berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan hanya berhenti pada gelar akademik, tetapi lakukan action dengan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh. Jadilah pribadi yang mampu berkiprah, menjadi solusi atas berbagai persoalan, serta berkontribusi bagi kemajuan agama, bangsa, dan negara,” pesannya.
Dr. Masruri juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi Islam harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial.
“Bekal utama yang harus terus dijaga adalah akhlakul karimah. Di mana pun Saudara berada, jadilah pribadi yang jujur, amanah, disiplin, bertanggung jawab, rendah hati, serta mampu menjadi teladan. Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan makna, sedangkan ilmu yang disertai akhlak mulia akan menjadi cahaya yang membawa keberkahan bagi diri sendiri dan masyarakat.”
Beliau juga mengajak seluruh alumni untuk terus meningkatkan kompetensi, tidak berhenti belajar, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta menjaga silaturahmi dengan almamater. Alumni diharapkan menjadi duta STAI Ma’arif Sintang yang mampu membawa nama baik kampus di berbagai bidang pengabdian.
Rangkaian Sidang Senat Terbuka juga diisi dengan sambutan Ketua LPTNU Pusat yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Ketua LPTNU Pusat, Dr. H. Ahmad Luthfi Hamidi, M.Ag., dan disampaikan secara virtual. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada STAI Ma’arif Sintang atas dedikasinya dalam mencetak lulusan yang berkompeten, berakhlak mulia, serta berkomitmen terhadap pengembangan pendidikan Islam. Beliau berharap para lulusan mampu menjadi generasi intelektual Nahdlatul Ulama yang siap memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah yang disampaikan secara virtual oleh Ketua Kopertais Wilayah XI Kalimantan, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. Dalam orasinya, beliau menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi Islam harus mampu menjawab tantangan zaman melalui peningkatan kualitas akademik, profesionalisme, penguasaan teknologi, serta penguatan karakter dan integritas. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki moral dan etika yang kuat.
Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-XVI ini menjadi bukti komitmen STAI Ma’arif Sintang dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, profesional, dan berdaya saing. Dengan diwisudanya 70 sarjana dari Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Program Studi Hukum Keluarga Islam, diharapkan para alumni mampu menjadi agen perubahan yang mengabdikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, menjaga nilai-nilai keislaman, serta senantiasa menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam setiap langkah pengabdiannya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh rasa syukur. Momen wisuda ini menjadi tonggak awal bagi para lulusan untuk melangkah menuju dunia pengabdian dengan membawa semangat berkarya, mengamalkan ilmu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


