Ngabuburit Online: Menggali Hikmah di Tengah Wabah

STAIMA-Sabtu, 02 Mei 2020 Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang melaksanakan ngabuburit online. Ngabuburit online ini diisi oleh 3 pemateri yakni Bapak Muhammad Faisal, M.MPd selaku ketua STAI Ma’arif Sintang, Bapak H. Anuar Akhmad, S.Ag, MM selaku Kepala KEMENAG Sintang dan Bapak Amin Sodik, S.HI.,MM selaku Ketua Jurusan Syariah.

Tema yang diambil dalam ngabuburit online perdana ini yakni Menggali Hikmah di Tengah Wabah. Dipandu oleh moderator, Nandi Supriyanto, S.Pd menggunakan aplikasi zoom yang dapat diikuti oleh mahasiswa/i STAI Ma’arif Sintang, civitas maupun masyarakat umum. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.30 kemarin hingga selesai berjalan dengan lancar.

Adapun kesimpulan dari apa yang disampaikan oleh beberapa pemateri kemarin dapat dibaca di bawah ini:

Kesimpulan dari apa yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Faisal, M.MPd yakni beliau menjelaskan tentang teladan dari sifat Baginda Rasulullah S.A.W dalam menghadapi wabah sehingga dapat menjadi ibrah bagi kita semua, di antaranya adalah:

  • Karantina atau isolasi. Dahulu di zaman nabi pernah terjadi wabah kusta dan disaat tersebut nabi meminta untuk menjaga jarak dengan orang yang terkena kusta. Sebagaimana sabda beliau
    “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari) . Ini menunjukan bahwa konsep isolasi, sosial distancing maupun karantina sesuai dengan apa yang dianjurkan nabi.
  • Bersabar, dala kondisi ini Nabi Muhammad S.A.W meminta pengikutnya untuk sabar sambil berharap pertolongan dari Allah SWT. Seperti diceritakan Aisyah, mereka yang bersabar dijanjikan syahid.
  • Berbaik sangka dan berikhtiar
  • Banyak membaca doa
    بِسْمِ اللهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى الاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّميْعُ العَلِيْمِ – ثَلاَث مَرَّاتٍ

Kesimpulan yang disampaikan oleh Bapak H. Anuar Akhmad, S.Ag,. MM adalah,

  • Dari segi agama situasi ini menjadi momentum untuk bisa mendekatkan diri pada Allah, dapat saling tolong-menolong, menjadikan pribadi yang lebih banyak bersyukur dan mengikuti anjuran pemerintah. Momentum ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk dapat lebih dekat dengan keluarga

Kesimpulan terakhir dari Bapak Amin Sodik, S.Hi,. MM yakni:

  • Wabah penyakit covid 19 pada hakikatnya adalah taqdir Alloh SWT. Sebagai Seorang muslim wajib meyakini bahwa setiap kejadian yang terjadi di alam semesta ini, tidaklah luput dari ketentuan Allah swt. Keyakinan ini merupakan salah satu dari enam rukun iman, yaitu iman kepada taqdir Allah swt. Hanya saja, keyakinan ini bukan berarti seseorang kemudian lantas pasrah tidak memiliki kehendak untuk memilih. Sebab taqdir Allah atas manusia, dapat dibedakan menjadi dua. Yaitu taqdir yang manusia tidak dapat menolaknya dan taqdir yang manusia diberikan kehendak untuk memilih (ikhtiyar). Hal ini sebagaimana ditegaskan di dalam al-Qur’an surat al Hadid ayat 22 dan 23.
  • Pada QS. Al-Hadid ayat 22, Allah menegaskan bahwa apa yang terjadi di alam semesta, semuanya merupakan kehendak Allah yang mutlak, di mana manusia tidak bisa menolaknya. Konsep taqdir ini, dalam ilmu akidah disebut dengan taqdir kauni.
  • Sedangkan pada QS. Al-Hadid ayat 23, Allah nenjelaskan bahwa manusia dapat terklasifikasikan menjadi dua kelompok dalam menyikapi taqdir kauni. Yaitu antara pihak yang terpuji dan pihak yang tercela. Pilihan yang ditetapkan Allah atas manusia ini, dalam ilmu akidah disebut dengan taqdir syar’i.
  • Beliau yang kesehariannya bertugas sebagai Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Sintang menegaskan, bahwa dampak covid 19 paling tidak ada 2, yakni dampak psikologis dan dampak ekonomi. Dari dampak psikologis kita lakukan penyemprotan disinfektan, mencuci tangan setiap masuk ke suatu tempat. Mencuci tangan seperti ini sebenarnya sudah ada dalam hukum Islam, kita diwajibkan bersuci, suci badan suci pakaian sebagai syarat sah sholat.Dari hikmah covid 19 ini hampir semua manusia, baik muslim maupun non muslim melakukan prokoler kesehatan berupa mencuci tangan.
  • Adapun hikmah yang lain adalah kita saling berbagi kepada sesama bagi yg terkena dampak covid, dalam hukum Islam kita dianjurkan infaq sedekah dan yang diwajibkan zakat fitrah dan zakat mal bagi yang telah memenuhi syarat haul dan nisab.