STAIMA Sintang Adakan Kuliah Umum “Be A Smart Teacher”

img_2090Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIMA) Sintang memulai aktivitas kuliah semester ganjil dengan diadakannya Kuliah Umum hari Sabtu, 10 September 2016 lalu. Kuliah Umum tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan motivasi dan bekal awal bagi mahasiswa calon guru sebagai pendidik professional yang memiliki optimisme tinggi. Dalam acara tersebut, Ketua STAIMA, Muhammad Faisal menyampaikan sambutannya di hadapan mahasiswa baru dan seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang, beliau mengatakan mahasiswa harus mampu berpikir dan memprediksi apa yang menjadi kebutuhan di masa yang akan datang, bukan apa kebutuhan hari ini dan apalagi kebutuhan masa lalu.

Beliau menjelaskan untuk sukses di masa depan, ada tiga hal yang harus dimiliki. Pertama,  kemampuan literasi mencangkup kemampuan membaca menulis serta penguasaan pengetahuan dasar dan teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Kedua, karakter/akhlak mulia yang mencakup disiplin, jujur, ulet, dan pekerja keras. Ketiga, kompetensi yang mencakup berpikir kritis, inovatif, berjiwa pemimpin dan kreatif.

Untuk memahami tiga kompetensi tersebut mahasiswa harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan cara aktif di kelas dan atau di luar kelas dengan berorganisasi atau bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa.

img_2093Pada kesempatan kuliah umum tersebut, STAIMA Sintang memberikan pelatihan One Day Smart Teaching yang langsung diberikan Ahmad Malih N, Trainer dari lembaga pelatihan Go Smart dari Surabaya. Dalam pelatihan tersebut mahasiwa dituntut mampu memetakan potensi yang ada pada dirinya, sehingga diharapkan mampu memaksimalkan potensi yang ada tersebut menjadi ledakan yang luar biasa. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Pelaksana Pendidikan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang, K.H. Moh. Gozali, MH. Beliau juga turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa. Saat ini, mahasiswa tidak hanya dituntut sukses dalam bidang akademik, tetapi juga dituntut suskses ekonomi, survive di tengah masyarakat dalam kondisi ekonomi yang kelimpungan. Artinya, selain sukses akademis, mahasiswa juga dituntut mampu berdikari dengan memulai usaha, meskipun dengan modal yang terbatas. Setidaknya mampu menghidupi diri sendiri. (bgmoeh)