PONPES DARUL MA’ARIF, PONPES AGROPOLITAN NURUL MA’ARIF dan STAIMA SINTANG PERINGATI HARI SANTRI NASIONAL

14732232_916447635155841_226357451854892718_nSINTANG – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, tiga lembaga yang tergabung dalam Keluarga Besar Ma’arif Sintang (Ponpes Darul Ma’arif Sintang, Ponpes Agropolitan Nurul Ma’arif Sintang dan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang) akan mengadakan serangkaian kegiatan, yaitu Pembacaan Shalawat Nariyah, Upacara, dan Pawai Ta’aruf.

Pengasuh Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma’arif Sintang, Muhammad Faisal, M.M.Pd. selaku pemrakarsa acara ini mengatakan momen bertajuk ‘Pembacaan Satu Juta Shalawat Nariyah untuk Keselamatan Bangsa’ ini bertujuan untuk menyampaikan doa dan salam umat muslim Indonesia kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui shalawat nariyah yang dibacakan serentak ini, kita memohon doa kepada Allah agar kita mendapat pertolongan dari Rasulullah SAW.

“Selain itu, acara ini secara khusus juga diniatkan agar Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M.Med.Ph. selalu diberikan kesehatan, panjang umur dan diberikan kekuatan selalu untuk memimpin serta untuk keselamatan dan kemajuan masyarakat Sintang ke depan,” ujar Faisal yang juga merupakan Ketua STAI Ma’arif Sintang.

Acara ini sedianya akan dikonsentrasikan dilaksanakan di tiga tempat, yaitu Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang, Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma’arif Sintang dan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang, yang dibaca serentak pada Jumat malam (21/10/2016) pukul 19.00 WIB.

Selanjutnya, Sabtu (22/10/2016), ribuan santri dari beberapa pondok pesantren berkumpul melakukan upacara memperingati Hari Santri Nasional di Halaman Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang. Ini merupakan upacara peringatan kedua kalinya sejak pemerintah menetapkan Hari Santri Nasional.

Hari Santri Nasional ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 setelah melalui usulan dan penantian amat panjang yang melelahkan. Perayaan Hari Santi Nasional merupakan upaya mengenang perjuangan kaum santri dalam memerdekakan Indonesia dan mengisi pembangunan.

“Para santri adalah orang-orang yang taat beragama dan setia terhadap ulama dan NKRI, sehingga dalam rangka Hari Santri Nasional ini, mari kita maknai sebagai penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang dan syuhada yang telah berjuang dalam membela dan menjaga NKRI serta sebagai upaya untuk meningkatkan, merajut kebinekaan dan kedaulatan Indonesia,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang, KH. Mohamad Gozali, dalam sambutan tertulisnya.

Di akhir sambutannya, beliau berpesan bahwa melalui Hari Santri Nasional, santri saat ini harus mampu menjadi santri yang cerdas, amanah, inovatif, mandiri serta ‘fastabiqul khairat’ dalam bingkai NKRI.

Hadir dalam acara peringatan Hari Santri antara lain Bupati Sintang, Kakan Kemenag Sintang, Ketua MUI Sintang, Kapolres Sintang, Danrem 121/Alambhana Wanawwai, Forkompinda Sintang, Ketua LP Ma’arif Sintang, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang dan Pengasuh Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma’arif Sintang.

Upacara peringatan Hari Santri Nasional ini dipimpin langsung oleh Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M.Med.Ph. Dalam sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno berharap para santri dapat terus berkontribusi terjangkau Indonesia. Terutama, kata dia, dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

“Santri tetap setia menjaga Pancasila, bhineka tunggal Ika, NKRI, dan UUD,” ucap Jarot.

Jarot mengatakan, para santri dididik oleh para ulama. Di samping dididik untuk menjadi orang yang paham betul dalam agama, tapi juga dididik menjadi Mujahid, yakni orang yang menjadi pejuang dalam membela agama, membela negara.

“Kalau dulu jihadnya bersenjata mengusir penjajah. Maka jihad sekarang adalah jihad perbaikan untuk menjaga umat dari akidah cara berpikir yang menyimpang. Menjaga negara dari kelompok-kelompok yang ekstrimis dan yang radikalis, baik radikal dalam bidang agama yang akan mengubah kesepakatan nasional kita dalam rangka berbangsa dan bernegara dengan kesepakatan konsesnsus nasional kita, atau kelompok radikalis sekuler yang ingin menghilangkan atau menggeser nilai-nilai agama di dalam tata kehidupan kita baik di bidang ekonomi, sosial budaya maupun bidang politik,” ujar Jarot Winarno.

14671103_916545211812750_1772006957098547963_nAcara ini terselenggara atas koordinasi dan kerjasama tiga lembaga, yaitu Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang, Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma’arif Sintang dan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang.

Setelah kegiatan upacara, acara dilanjutkan dengan pawai ta’aruf yang dilepas langsung oleh Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M.Med.Ph. Pawai Ta’aruf ini diikuti oleh seluruh santri Ponpes Agropolitan Nurul Ma’arif Sintang, Ponpes Daraul Ma’arif Sintang dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang beserta dewan asatidz, dosen, dan civitas akademika STAI Ma’arif Sintang. Peserta berjalan dari Ponpes Darul Ma’arif Sintang menuju arah Pasar Inpres, kemudian ke Jalan Moh. Saad, dilanjutkan ke Tugu Bank Indonesia dan kembali ke Ponpes Darul Ma’arif Sintang.***