Muhammad Faisal dilantik menjadi Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang

IMG_0130

Sintang (4/6) – Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang resmi dipimpin ketua baru. Sabtu (4/6) lalu, Muhammad Faisal, M.M.Pd dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang Periode 2016-2020 menggantikan H. Sukhairi, M.Si.
Pelantikan yang berlangsung di Hotel Sakura Sintang dilakukan oleh Drs. KH, Mohamad Ghozali, MH., Ketua Badan Pelaksana Pendidikan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang. Hadir dalam kesempatan tersebut KH. Z. Arifin Junaidi, M.M., Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang Periode 2012-2016 Sukhairi, Idham Khalid Staf Ahli Bidang Kesra mewakili Bupati Sintang, Rektor Universitas Kapuas Petrus Atong, alumni serta sejumlah undangan lainnya.
Muhammad Faisal mengatakan, dipercaya menjadi Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang merupakan amanah yang sangat berat. Meski demikian, ia berjanji akan berupaya maksimal untuk memajukan kampus dan melanjutkan perjuangan ketua sebelumnya. “Dengan dorongan, dukungan dan motivasi dari berbagai pihak, seberat apapun amanah ini, insya Allah tidak akan saya sia-siakan,” katanya.
Untuk memajukan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang, Faisal mengajak semua pihak bersinergi. Alumni, kata dia, diharapkan punya tanggung jawab moral untuk turut menginformasikan (mensosialisasikan) keberadaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sintang. “Saya yakin dukungan para alumni dan semua pihak, STAIMA semakin maju dan berkembang. Apalagi output STAIMA sudah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi pemerintah daerah,” katanya.
Ia juga berharap, kepemimpinannya di STAIMA dapat memberikan dampak positif, memberikan manfaat bagi masyarakat Bumi Senentang. “Kami siap mencerdaskan masyarakat melalui lembaga pendidikan STAIMA Sintang ini. Demi mewujudkan masyarakat madani yang bermartabat, maju secara religious, social budaya, dan ekenomi ke depannya,” katanya.
Faisal mengatakan, STAIMA merupakan salah satu kampus yang berada di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia. “Posisinya sangat strategis dalam mengembangkan peradaban bangsa melalui Pendidikan Agama Islam,” tegasnya.

Buka Prodi Baru
Jika selamai ini STAIMA hanya mempunyai satu Program Studi (Prodi) yakni Pendidikan Agama Islam di bawah Fakultas Tarbiyah, maka pada tahun ini akan dibuka Program Ekonomi Syari’ah dan Prodi Akhwal Asy-Syakhsiyah (Hukum Keluarga) di bawah Fakultas Syari’ah. “Sekarang masyarakat Sintang mempunyai banyak pilihan jika menguliahkan anaknya di STAIMA Sintang. Terutama siswa lulusan Madrasah Aliyah Negeri maupun swasta di wilayah timur Kalbar ini,” jelas Faisal.
“Jika orang tua ingin anaknya menjadi guru Pendidikan Agama Islam, tidak perlu jauh-jauh, cukup di Sintang saja. STAIMA siap mendedikasikan diri untuk mencetak guru Pendidikan Agama Islam yang dimaksud,” Tegasnya.

Fokus Mencetak SDM
Ketika menghadiri pelantikan, KH. Arifin Junaidi, Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif mengharapkan STAIMA Sintang bisa menjadi institut pada tahun 2020. Merespon harapan tersebut, Faisal menyatakan bahwa untuk mewujudkan hal itu diperlukan sumber daya manusia yang cukup, khususnya tenaga dosen. Ke depan, kata Faisal, untuk meningkatkan SDM dosen, dirinya mempunyai program untuk menguliahkan alumni yang berprestasi ke jenjang S2. Tahun ini 4 orang dikirim untuk menempuh S2, 2017 dan 2018 akan dikirim 4 orang lagi. Diharapkan dalam kurun waktu empat tahun, bisa mencetak 16 orang magister. Ini menjadi modal dasar untuk membuka prodi baru,” bebernya. “Karena untuk menjadi institut diperlukan minimal 7 prodi. Ini yang akan kami kejar dulu, yakni mencetak SDM baru demi penambahan prodi,” tegasnya.