Category Archives: Berita

STAIMA Sintang Beri Motivasi UN (Ujian Nasional) Pada 3 Sekolah di Melawi

Siswa/i dan Team Sosialiasi

Senin, 22 Januari 2018 STAIMA Sintang mendatangi 3 sekolah di Kabupaten Melawi. Kegiatan yang dilaksanakan di tiga sekolah pada tiga kecamatan berbeda yakni Kecamatan Sayan, Sokan dan Kotabaru berjalan lancar.

Team sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Ketua STAIMA Sintang  serta beberapa mahasiwa/i mendatangi sekolah-sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah serta Kejuruan yang berada di Kecamatan Sayan, Sokan dan Kota Baru.

Menurut Ketua Staima Sintang, Muhammad Faisal, M.MPd kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi pada siswa/i kelas 3 SMA sederajat dalam menghadapi Ujian kelulusan yang sebentar lagi akan dilaksanakan, beliau juga menjelaskan selain itu kami juga datang mengenalkan dan memberikan pandangan  kepada para siswa/i tentang bagaimana memilih kampus yang baik. Kami juga memberikan penghargaan tiap-tiap sekolah yang kami datangi sebagai bentuk ucapan terimakasih karena telah menerima kami datang.

Pemberian Ucapan Terimakasih Pada SMKN 1

Kegiatan yang berlangsung di sekolah-sekolah ini berjalan dengan lancar terlihat dari antusiasme para siswa/i mendengarkan apa yang disampaikan oleh team sosialisasi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua PMB Staima Sintang sekaligus Wakil ketua 3 bidang kemahasiswaan, Nanang Zakaria, M.Pd.I .

Menurut Ketua PMB mejelaskan, bahwa kegiatan ini memang merupakan agenda tahunan dalam rangka sosialisasi Kampus STAIMA Sintang. Selain itu beliau menyampaikan bahwa team sosialisasi sangat berharap semua siswa/i dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Hani)

STAIMA Sintang Jalin Kerjasama dengan TV9 Surabaya

Direktur Utama TV9, Ketua BPPM dan Ketua STAIMA

Sintang, Sabtu, 06 Januari 2017 telah resmi mengadakan MoU (Memorandum of Understanding) atau kerjasama dengan TV9. TV9 merupakan stasiun televisi lokal yang berada di Surabaya.

Menurut Ketua STAIMA Sintang, Muhammad Faisal, M.MPd mengatakan bahwa kerjasama yang dilaksanakan ini tidak hanya kerjasama di bidang akademik saja, namun juga sebagai sarana pengkaderan SDM bagi mahasiswa/i STAIMA. Selain itu beliau juga berharap dengan adanya kerja sama ini maka STAIMA dan TV9 bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas serta dapat menjadikan pendorong semangat bagi STAIMA Sintang untuk terus berinovasi dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia.

Kerjasama yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama TV9 Nusantara yakni Bapak HA, Hakim Jayli, M.Si dan Ketua Umum BPPM (Badan Pelaksana Pendidikan Ma’arif) Sintang  Serta civitas akademika STAIMA berjalan dengan lancar.

Direktur Utama dan Civitas Akdemika STAIMA

Direktur Utama  TV9 Nusantara  banyak menyampaikan hal terkait publikasi di dunia TV, beliau mengatakan bahwa untuk bisa bekerjasama dengan media pertelevisian maka ada beberapa yang harus dipersiapkan diantaranya, menyiapkan team media, memiliki 3 kamera dan 1 lighthing dan juga menyiapkan kontributor bagi TV9.

Dari hasil MoU ini pihak STAIMA Sintang dan TV9 sangat berharap sekali dapat menghasilkan program-program yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (Hani)

Yaqut Al-Hamawi, Ahli Geografi dari Anatolia

Yaqut Al-Hamawi (1179-1229 M) lahir di Anatolia adalah penulis ensiklopedia (mu’jam) geografi terpenting dalam Sejarah Peradaban Islam. Dia dilahirkan dari seorang budak berkebangsaan Romawi lalu dibeli oleh seorang pedagang dari kota Hamah pada saat dia masih kecil.
Dia diberi nama Yaqut bin Abdullah. Meskipun Bapak angkatnya memberikan kesempatan kepadanya untuk belajar Islam dengan baik dan bahasa Arab menjadi bahasa sehari-harinya, kemampuannya dalam seni prosanya tidak bernilai tinggi karena dia adalah orang asing.
Sejak muda Yaqut adalah orang yang suka pada pengetahuan. Dalam proses perjalanan ilmiahnya, Yaqut berhasil mengarang dua kitab penting yang sudah pasti bisa ditemukan di perpustakaan Arab manapun, yaitu Mu’jam Al-Udaba’, sebuah ensiklopedia yang mencakup materi sejarah peradaban dunia Islam dan tentang para pengarang besar bangsa Arab pada zamannya. Buku keduanya adalah Mu’jam Al-Buldan yang dikategorikan sebagai buku ensiklopedia geografi yang paling utama dalam sejarah manusia.
Yaqut membuat sebuah buku rujukan umum yang berisi tentang materi geografi yang dikenal pada zamannya khususnya setelah penjarahan tentara Mongol terhadap sebagian besar kekayaan dunia Islam, pembakaran buku yang sangat dahsyat termasuk diantaranya buku-buku geografi yang sangat penting pada waktu itu. Itulah dia akhirnya menulis buku Mu’jam Al-Buldan, buku Ensiklopedia Geografi berbahasa Arab yang paling bagus pada abad pertengahan.
Karena dia dapat melepaskan diri dari batasan geografi yang sangat sempit. Dalam buku ini Yaqut menggunakan pendekatan ilmu Falak, ilmu bumi dan bahasa. Isi buku ini berupa kisah perjalanan sehingga konsep penulisannya seperti buku geografi historis yang memuat agama, peradaban, ilmu ras manusia, kelebihan manusia, sastra rakyat dan seni sastra.
Ketika Yaqut telah menulis buku yang bernilai tinggi, Eropa masih terbelakang dan bergantung sepenuhnya kepada dua buku Al-Idrisi dan Abu Al-Fida hingga akhirnya manuskrip Mu’jam Al-Buldan masuk ke Eropa sedikit demi sedikit pada abad ke-19. Karyanya secara sempurna dicetak pada tahun 1866 sampai 1873.
Pada saat itulah Yaqut mendapatkan tempat yang terhormat di kalangan ahli geografi bangsa Arab berkat mu’jamnya dibuat dengan penuh ketelitian dan kejujuran berkat pengembaraannya selama 16 tahun di negara-negara dunia Islam dan lain-lain. Ia telah mengunjungi hampir semua negara yang ditulis dalam jamnya sehingga bahasanya cukup panjang.
Tatkala dia berbicara tentang negara kota atau desa yang telah dikunjungi disebutkan ayat Alquran atau Hadis yang berkaitan dengan kota tersebut. Dia menafsirkan nama dan asal penamaan kota tersebut, menjelaskan ucapan pelafalan nama kota itu yang paling betul, kemudian memaparkan sejarah berdirinya kota, suasana yang terjadi pada saat itu, lalu memberikan penjelasan mengenai peranan yang dimainkan oleh kota tersebut dalam sejarah, disertai pula dengan cerita-cerita yang berkaitan dengannya.
Dalam buku yang sama, dia juga menyebutkan sejarah penaklukan yang dilakukan kaum muslim dan cara menaklukannya, nama-nama ulama yang muncul di kota tersebut atau kota yang pernah dikunjungi khususnya para ahli fiqih dan ahli hadis, nama guru guru dan murid mereka. Yaqut juga memberikan penjelasan rinci mengenai gedung-gedung pelabuhan dan banteng yang pernah dia kunjungi.
Dia singgah cukup lama di sana agar dapat mengetahui adat istiadat dan perilaku kabilah-kabilah di tempat itu. Yaqut juga tidak lupa menyelipkan selingan berupa cerita-cerita aneh dari negeri yang sedang dibicarakan, disamping menyantumkan syair untuk negeri tersebut sehingga panjang tulisan untuk satu negeri atau satu desa bisa mencapai 10 atau 15 halaman. Oleh sebab itu materinya sangat beragam.
Dia tidak mempersingkat pembicaraan mengenai dunia Islam seperti yang dilakukan oleh ahli geografi bangsa Arab sebelumnya. Dia berbicara tentang Timur jauh Eropa Timur dan Utara serta sebagian negara Eropa Barat lainnya. Pengetahuannya tentang dunia timur lebih banyak dibandingkan tempat-tempat yang lain. Tulisannya tentang Italia, Corsica Malta, Kalibria banyak mengalami kesalahan.
Dalam mu’jam-nya, Yaqut menulis mukadimah yang sangat panjang yang terdiri atas 5 bab yang lebih menyerupai pengantar. Pada mulanya dia berbicara tentang berbagai teori mengenai bentuk bumi berdasarkan ilmu bumi pasti. Dia menyebutkan kecenderungannya bahwa bentuk bumi ini bulat dan tidak datar. Di setiap kutubnya terdapat daya tarik yang paling saling menarik seperti halnya magnet.
Pada bab kedua dia berbicara tentang tatanan pembagian wilayah dan cara-cara praktis untuk memperbarui letak wilayah tersebut. Pada bab ketika dia berbicara tentang arti istilah-istilah yang disebutkan dalam buku Geografi seperti pos, farsakh dan mil begitu pula istilah-istilah geografi-astronomi seperti panjang, lebar dan derajat serta istilah-istilah khusus seperti pajak, eksploitasi tanah, rampasan perang dan lain-lain.
Pada bab empat, dia mengulas secara singkat negara-negara yang telah ditaklukkan oleh kaum muslim dan pajak yang mesti dipungut dari daerah tersebut Sedangkan bab lima lebih merupakan mukadimah bagi uraian Negara, penduduk dan pembagian kekuasaan yang sesuai dengan tempat dan kondisinya. Setelah mukadimah panjang yang menghabiskan 50 halaman, dia menulis mu’jam-nya dengan penuh ketelitian dan menyusun judulnya sesuai urutan abjad.
Walaupun setelah periode Yaqut muncul berbagai pengetahuan tentang geografi dengan cakupan yang sangat luas, karya Yaqut merupakan sebuah bukti terpenting dan masih dipergunakan hingga zaman kita sekarang ini. Bukunya memainkan peranan yang sangat penting sebagai sebuah rujukan dan dokumentasi sejarah yang tidak dapat dilakukan oleh setiap orang yang hendak menulis sejarah Islam atau yang ingin mengkaji tentang peradaban Islam. (Rizal Mubit)
Sumber: http://www.nu.or.id

Sambut MaBa (Mahasiswa Baru) Tahun Akademik 2017/2018, STAIMA Sintang Sukses Adakan PBAK

Minggu, 03 September 2017. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIMA) Sintang sukses menggelar acara pembukaan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik Kampus) yang diikuti oleh seluruh civitas akademika, BEM STAIMA dan seluruh calon mahasiswa/i baru.

IMG_9455Kegiatan ini buka langsung oleh Ketua STAIMA Sintang ditandai dengan pelepasan balon ke udara. Sebagaimana yang disampaikan oleh bapak Muhammad Faisal, M.MPd dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat datang kepada seluruh calon mahasiswa/i di STAIMA Sintang sekaligus berterimakasih atas seluruh kerja sama panitia PANMARU, BEM serta panitia PBAK. Selain itu beliau juga menyampaikan kepada seluruh calon mahasiswa/i jadikalah STAIMA Sintang layaknya rumah sendiri, hargai dan rawat bersama serta teruslah berusaha untuk bisa menggapai segala mimpi-mimpi.  pbak

Selain itu kegiatan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik Kampus) diadakan sejak tanggal 03 September higga 05 September 2017, diikuti oleh kurang lebih 87 mahasiswa/i mulai jurusan Tarbiyah hingga jurusan Ahwalul syahsyiah. Selain itu dalam kegiatan ini mahasiswa/i diajak mengenal betul bagaimana budaya kampus STAIMA, kemudian kedisiplin dan lain-lain.

Sebagai mana yang dijelaskan oleh ketua panitia PANMARU, bapak Nanang Zakariya, M.Pd.I mengatakan bahwa panitia PBAK sudah menyiapkan beberapa materi yang akan disampaikan, di antaranya materi dari Polres Sintang yakni Bapak Budi Santoso.

Dari kegiatan PBAK ini sangat diharapkan timbulnya pengenal mendalam para mahasiswa/i baru terhadap kampus STAIMA sehingga mencintai kampus STAIMA layaknya rumah sendiri.