Monthly Archives: January 2015

Mahasiswa Peserta KKL-Tematik Ikuti Pembekalan

 IMG_1762

Sintang – Sebanyak 68 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tematik Angkatan VIII Tahun 2015. Mereka mengikuti pembekalan KKN hari ini (31/1), di Aula Staima Sintang. Selanjutnya, mereka akan diterjunkan di Kabupaten Melawi, yaitu Desa Semadin Lengkong, Desa Kelakik yang masuk ke wilayah Kecamaatn Nanga Pinoh dan Desa Tanjung Paoh yang masuk ke wilayah Kecamatan Pinoh Utara.

Pembekalan ini dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua Bidang Akademik, Wakil Ketua Bidang Administrasi dan Keuangan,  Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (PPPM), Ketua Jurusan Tarbiyah, dan para dosen di lingkungan Staima Sintang.

Dalam sambutannya Muhajir mengharapkan para mahasiswa mengikuti pembekalan dengan serius namun tetap santai. Pembekalan ini, katanya, bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan modal dasar bagi mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat. Kegiatan pembekalan ini juga merupakan rangkaian dari seluruh kegiatan KKL yang akan dilaksanakan.

KKL, lanjutnya, berguna untuk menempa pengalaman empiris dan meningkatkan softkills mahasiswa serta membangkitkan empati dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungannya. Desa yang terlihat sejuk dan asri, sebenarnya memiliki berbagai permasalahan pembangunan. Hal ini membutuhkan peranan mahasiswa, sebagai insan akademis dalam membantu menyelesaikan permasalahannya.

IMG_1823“Sejalan dengan dinamika yang terjadi, pada tingkat masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan maupun dunia global, program KKL diarahkan menjadi KKL Tematik Berbasis Pendidikan sebagai wahana pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

KKL Tematik adalah KKL yang orientasi program kegiatannya terfokus pada bidang tertentu yang relevan dengan program pemeintah daerah atau pemerintah pusat, kebutuhan masyarakat dan visi-misi perguruan tinggi. Program KKL Tematik Berbasis Pendidikan ini didasarkan kepada prinsip-prinsip pendidikan, yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, dan tut wuri handayani. Hendaknya mahasiswa dapat menjadi figur yang baik adalah disamping menjadi teladan atau panutan, tetapi juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar orang-orang di sekitarnya dapat merasa situasi yang baik dan bersahabat, sehingga kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat.

Tema KKL tahun ini adalah “Revitalisasi Peran Perguruan Tinggidalam Pemberdayaan Keluarga & Masyarakat”. Yaitu Upaya menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya kurang terberdaya, karena pada dasarnya setiap individu dan masyarakat mempunyai potensi yang sudah ada sejak lahir.

Dalam hal ini, yang dianggap paling urgen adalah mengembalikan fungsi keluarga. Kelearga memiliki peran, fungsi, dan tugas yang begitu penting, dimana orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai terdidik. Fungsi dan peran keluarga dalam pendidikan anak pada dasarnya adalah bagaimana anak menjadi manusia sosial dan manusia individu. Dalam menjalankan tugasnya, keluarga menjadi institusi terkuat yang dimiliki oleh masyarakat manusia. Karena melalui keluargalah kita memperoleh “kemanusiaan” kita.

Kerja nyata, papar Muhajir artinya mahasiswa dapat aplikasi ilmu “transfer of knowledge and value”, sambil belajar kepada masyarakat. KKL memiliki dimensi waktu dan tempat. Pada periode ini, mahasiswa KKL akan menempuhnya selama 30 hari di wilayah-wilayah yang telah ditentukan.

Kepala PPPM ini juga menguraikan, saat ini kepercayaan masyarakat masih baik terhadap institusi pendidikan, sehingga harapan besar berada di pundak pemuda dalam pembangunan masyarakat. KKL bukan sekedar melakukan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan nonfisik. Dengan KKL, diharapkan kepekaan mahasiswa terhadap permasalahan di masyarakat semakin meningkat. Dengan begitu, mahasiswa memiliki kepekaan hati, mandiri, yang akan menempa mahasiswa be a real leader.

Ketua Staima Sintang yang membuka kegiatan Pembekalan KKL, dalam sambutannya mengatakan meski KKL kali ini bertema khusus, kata Sukhairi, namun tidak menutup kemungkinan, jika mempunyai potensi dan mampu untuk melakukan hal-hal di luar tema atau disiplin ilmu yang dimiliki. Inilah yang kemudian memberikan ciri bahwa KKL Tematik dapat juga kegiatan lintas sektoral. Karena pada dasarnya, ada keterkaitan antara satu disiplin ilmu dengan yang disiplin ilmu lainnya, sehingga terdapat keterpaduan satu ilmu dengan yang lain.

Sukhairi berpesan, para peserta KKL agar membuat program kerja benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, beliau juga berpesan agar seluruh mahasiswa peserta KKL dapat menjaga nama baik almamater. Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan mahasiswa mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar.

Ia berharap mahasiswa KKN menjadi innovator, inisiator,  dan motivator, bukan sebagai provokator.(bg moeh)

Pendaftaran KKL-Tematik Angkatan VIII Tahun 2015

Pelaksanaan KKL-Tematik Angkatan VIII Tahun 2015